Penyebab Penyakit Demam

Penyebab Penyakit Demam
Zetroblog.com | Penyebab Penyakit Demam - Demam bisa muncul tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Seseorang disebut  demam ketika suhu tubuhnya meningkat di atas 38 C. Demam umumnya terjadi sebagai perlawanan tubuh terhadap infeksi yang menyerang tubuh. Umumnya penyebab demam bisa diketahui setelah tiga hari, melalui pemeriksaan darah.

Demam biasanya disertai beberapa gejala seperti; sakit kepala, nyeri otot, menggigil, lemas, pusing, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa penyebab demam dan efek sampingnya:

1. Demam akibat virus

Demam akibat virus adalah jenis demam yang paling sering dialami oleh orang dewasa. Biasanya, tidak hanya demam, penderitanya juga akan mengalami hidung meler, sakit tenggorokan, batuk, suara serak dan rasa sakit pada otot. Selain itu, virus juga dapat menyebabkan terjadinya diare, muntah dan rasa tidak nyaman pada perut.

Demam akibat virus, akan sembuh dengan sendirinya. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah konsumsi obat yang mengandung decongestan dan obat anti demam yang tidak memerlukan resep. Tidak diperlukan antibiotik dalam proses penyembuhan demam akibat virus. Jika disertai diare dan mual, segera ganti cairan tubuh dengan mengonsumsi minuman elektrolit.  Demam yang diakibatkan virus ini, biasanya akan berlangsung selama sekitar dua minggu.

2. Demam akibat bakteri

Infeksi bakteri dapat menyebabkan demam, serta mempengaruhi organ apa saja yang ada di dalam tubuh. Pengobatan yang paling efektif adalah dengan konsumsi antibiotik. Berikut ini beberapa organ yang dapat terinfeksi bakteri:

Sistem saraf sentral, yaitu otak dan saraf tulang belakang. Infeksi di organ tersebut dapat menyebabkan demam, sakit kepala, kaku leher dan penurunan kesadaran. Penderitanya dapat merasa lelah dan mudah terganggu konsentrasinya, misalnya terkena cahaya yang menyorot mata. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya meningitis atau infeksi otak. Segera periksakan diri ke dokter jika hal ini terjadi.

Infeksi pada sistem saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia atau bronkitis, disertai gejala demam. Demam juga akan diikuti batuk, sesak napas, produksi lendir yang kental dan rasa sakit di area dada.
Infeksi pernapasan atas, bisa mengenai hidung, sinus disertai, tenggorokan disertai gejala sakit kepala, batuk dengan demam. Meski demikian, infeksi pernapasan ini umumnya lebih sering diakibatkan oleh penularan virus.

Infeksi pada saluran kencing,  menyebabkan timbulnya rasa terbakar saat buang air kecil, bisa disertai darah pada air seni, dorongan untuk kencing terus-menerus dan sakit pinggang disertai demam. Hal ini biasanya menandakan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. Untuk proses penyembuhan, diperlukan pengobatan dengan antibiotik yang sesuai.

Infeksi pada sistem reproduksi ditandai dengan keluarnya cairan dari alat kelamin, serta timbulnya sakit pada panggul bersamaan dengan terjadinya demam. Pada wanita, munculnya demam dan rasa sakit menandakan adanya pelvic inflammatory disease atau PID. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi. Sebaiknya, segera periksakan diri Anda dan pasangan seksual Anda.

Sistem pencernaan yang mengalami infeksi ditandai dengan timbulnya diare, muntah, mual hingga feses yang berdarah. Hal ini pun menandakan adanya infeksi bakteri atau penyakit serius lainnya. Jika timbul sakit perut di bagian bawah kanan, kemungkinan terjadi infeksi pada usus buntu.

Sistem sirkulasi tubuh seperti jantung dan paru-paru, juga dapat mengalami infeksi bakteri. Gejala yang timbul selain demam adalah tubuh yang terasa pegal dan nyeri, menggigil, terasa lemas atau muncul kebingungan. Infeksi pada katup jantung akan mengakibatkan terjadi reaksi peradangan yang dapat dialami, karena adanya riwayat operasi dan mereka yang pernah diinfus.

Infeksi bakteri pada kulit, juga dapat menjadi sumber infeksi bakteri, sehingga timbul demam bersama dengan kulit yang berubah kemerahan, bengkak, bernanah dan terasa sakit di area infeksi. Akan terjadi infeksi, jika kulit sebelumnya mengalami trauma atau mengalami penyumbatan pori-pori kulit penyebab abses. Penyebaran dapat terjadi dari jaringan lunak atau selulitis di bawah kulit, yang kadang perlu dikeluarkan cairannya. Pengobatan dengan antibiotik diperlukan dalam kasus ini.

3. Demam akibat infeksi jamur

Infeksi pada jamur dapat mengenai sistem organ dan dapat dikenali melalui pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lebih lanjut biasanya harus dilakukan dan diperlukan biopsi untuk mendiagnosis infeksi yang terjadi. Obat-obatan anti jamur diperlukan untuk mengatasi problem ini.

4. Demam akibat terpapar hewan

Hal ini biasa dialami oleh mereka yang bekerja di lingkungan dengan banyak hewan ternak atau hewan peliharaan, sehingga dapat tertular bakteri langka penyebab demam. Selain demam, menggigil, sakit kepala dan rasa sakit pada sendi-sendi dan otot juga dapat terjadi. Bakteri-bakteri langka tersebut dapat ditemui pada ternak, produk susu yang belum terpasteurisasi dan di dalam air seni hewan.

5. Demam setelah traveling

Traveling ke luar negeri berisiko terserang demam, karena makanan, racun, serangga, hingga berbagai penyakit menular. Karena itu, sebelum bepergian ke luar negeri, ada baiknya melakukan vaksinasi.

Tips lain saat bepergian ke luar negeri, hindari konsumsi air yang tidak tertutup, dan makanan yang tidak terlalu matang, karena hal tersebut  dapat menyebabkan demam dan diare. Jika terjadi demam yang lebih tinggi dari 38.3 C dan muncul darah pada feses, kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter.

Penyebab lain demam juga bisa disebabkan oleh gigitan serangga. Yang harus diwaspadai adalah penyakit malaria, yang dapat menyebabkan demam yang kadang muncul dan kadang pergi. Diperlukan tes darah untuk memastikan diagnosis tersebut. (PA)

Demikian ulasan saya tentang Penyebab Penyakit Demam semoga bermanfaat bagi anda semua.

0 Response to "Penyebab Penyakit Demam"

Post a Comment

Contact / Privacy Policy / Disclaimer / DMCA